Memugar “Pramisme”

PRAMOEDYA ANANTA TOER takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

Continue reading

Advertisements

Sastra Bukan Filsafat Iseng

SEKADAR mengingatkan kritik Sang Maestro Kesusastraan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, tentang kondisi kehidupan sastra yang pernah membuatnya prihatin. Dan, sepertinya, apa yang pernah membuatnya prihatin dulu terulang lagi di masa sekarang: Sastra Indonesia sedang kehilangan ruhnya.

Continue reading

Merindukan Sastra yang Peduli

SAYA akui bahwa saya adalah tipikal pembaca yang ‘rewel’. Saya selalu mempertanyakan sebuah wacana yang menurut saya ’mengganjal’, dalam arti ketika saya mendapati semacam ‘keanehan’ dalam wacana yang dibangun tersebut dan  korelasinya dengan realitas dan fenomena di sekitar saya.

Continue reading