Sastra Bukan Filsafat Iseng

SEKADAR mengingatkan kritik Sang Maestro Kesusastraan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, tentang kondisi kehidupan sastra yang pernah membuatnya prihatin. Dan, sepertinya, apa yang pernah membuatnya prihatin dulu terulang lagi di masa sekarang: Sastra Indonesia sedang kehilangan ruhnya.

Continue reading

Menikmati Sastra dalam Toilet

REALISME sosialis itu sendiri bukan hanya penamaan satu metode di bidang sastra, tapi lebih tepat dikatakan satu hubungan filsafat, metode penggarapan dengan apresiasi estetiknya sendiri. Penamaan satu politik estetik di bidang sastra yang sekaligus juga mencakup kesadaran adanya front, adanya perjuangan, adanya kawan-kawan sebarisan dan lawan-lawan di seberang garis, adanya militansi, adanya orang-orang yang mencoba menghindari diri dari front ini untuk memenangkan ketakacuhan.” Pramoedya Ananta Toer (Dikutip dari sini)

Continue reading