Yang Kita Lupa: Dari Papua, Freeport Mengganyang Indonesia

PAPUA JUGA INDONESIA!

GERBONG swastanisasi Indonesia berangkat pada tahun 1967. Dan perjanjian dengan Freeport di Papua adalah perjanjian eksploitasi tambang pertama yang dibikin Indonesia.

Continue reading

Advertisements

Hantu Genosida di Balik Kabut Propaganda #3

Lalu, cermatilah, apakah Anda semua melihat ada media seperti ini di Indonesia? Yang seolah meneriakkan kebebasan pers, mengeksplorasi keindahan seni, menyajikan informasi dengan bahasa indah mendayu-dayu, tapi pada dasarnya melegitimasi kekerasan—kekerasan seksual misalnya? Jika iya, berarti CIA memang masih menancapkan kukunya di Indonesia.

Continue reading

Hantu Genosida di Balik Kabut Propaganda #2

Massacre has begun!

Dennis Small, seorang penulis Amerika yang mencermati aktivitas intelijen dunia Barat, mencurigai adanya propaganda untuk membutakan publik dunia demi berdirinya Kekaisaran Kapitalisme Barat –yang dimulai dari Indonesia. Small adalah satu dari sedikit orang yang memperhatikan genosida di Indonesia dengan cermat. Beberapa kali ia mengulas temuannya soal kaitan propaganda dan pembantaian di Indonesia –di mana pada akhirnya nanti model pembantaian ini diterapkan juga untuk mereka yang menolak Barat: negara-negara Dunia Ketiga.

Continue reading

Hantu Genosida di Balik Kabut Propaganda #1

”Ini adalah sejarah orang-orang yang akrab dengan darah orang lain. Kolonialisme, apartheid, perbudakan, pembersihan etnis, perang kuman, senjata kimia –mereka melakukan semuanya. Mereka menjarah negara-negara, memadamkan peradaban, memusnahkan seluruh populasi. Mereka berdiri telanjang bulat di atas panggung dunia tapi tak punya malu, karena mereka tahu, bahwa mereka memiliki lebih banyak uang, lebih banyak makanan, dan memiliki bom lebih besar.” (Arundhati Roy, The Cost of Living, hal. 144)

Selama periode 1965-1969, terutama 1965-1966, serangkaian pembunuhan massal terjadi di Indonesia: pembunuhan yang mengarah pada pembentukan institusi kekuasaan kuku besi Suharto. Pembunuhan yang membukakan pintu Indonesia bagi kapitalisme Barat.

Continue reading