Ketika Negara “Anti-Demokrasi” Membangun Diri

Coretan ini adalah potret kehidupan sosial sebuah negara yang, katanya, anti-demokrasi.

”Kapitalisme meninggalkan begitu banyak kejahatan kepada kita. Saya pikir, perjuangan terbesar kita adalah melawan kebiasaan buruk yang menindas kita,” inilah salah satu topik dalam pidato kemenangan Hugo Chavez, setelah Venezuela memilihnya sebagai presiden, 1998.

Continue reading

Advertisements

Ibuku Keren

Ibuku ahli telepati. Tanpa kumenceritakan gundahku pun ia mampu menebak dan memahamiku.

Ibuku penuh karomah. Tanpa perlu kubercelemongan kata pun ia sanggup mengademkan hatiku, hanya dengan kuletakkan kepalaku di pangkuannya.

Ibuku adalah tabib. Setiap sakitku langsung minggat tiap kali usapannya menyapu dahiku.

Ibuku aneh. Ia tak pernah meminta kemegahanku, namun ia senantiasa merampas seluruh keresahanku.

Ibuku pahlawan super. Dengan jurus cantiknya ia berangus kejahatan dalam diriku dan membangun kebaikan di dalamnya.

Ibuku pendaurulang ulung. Ia kemasi sampah-sampah dari akalku, lalu mengolahnya menjadi harapan yang ditanamnya kembali di kalbuku.

Ibuku pelukis. Ia piawai melukiskan keindahan surgawi dalam setiap jengkal dan detak-detikku.

Ibuku setia. Ketika tubuhnya telah diurai oleh mikroorganisme tanah pun sentuhannya masih ada, hidup, diam, dan menenangkanku di dalam diri.

Ibuku Keren. (1949-2011)

*Ibu, apa kabarmu hari ini…?

Salam cinta dari anakmu yang diaduk rindu… 

 

 

 

Silaken Koplak Sejenak

ENG, ING, ENG….

Kupersembahkan kumpulan cerita cinta tak biasa dariku dalam format bacaan yang (menurutku, sih) mirip-mirip buku siap cetak, lah. Gratis untuk Anda semua yang butuh hiburan yang enggak begitu bermutu. (Tapi, sebenarnya, ya, cuma lumayan bermutu, sih.) Hanya cerita-cerita ringan soal cinta, tapi dalam drama yang (menurutku) tak biasa.

Sila klik gambar terlampir di bawah ini, dan jika Tuhan mengizinkan, Anda akan dibawa pada konten yang aku maksud.

Buku Gratis

Selamat menikmati!®

*NOTES:

  • Semua tulisan pernah diposting di blog ini, dan buku ini adalah rangkuman yang mempermudah pembacaan.
  • Siapkan kopi atau teh, camilan, dan tisu (atau mungkin perlu tas plastik, untuk berjaga-jaga jika mendadak Anda mual) secukupnya. Lebih pas lagi dinikmati ketika hujan dan banjir.
  • Efek samping di luar tanggung jawab penulis! 

“Cuma” Seorang Penulis

SEORANG kawan pernah bertanya, ”Sebenarnya, apa, sih, bidang yang kamu tekuni?

Dengan lugas saya jawab; “Menulis”. Biasanya, jawaban saya mengundang kerut di dahi si penanya.

 Pertanyaan diulangi lagi; “Apa bidang yang kamu tekuni?”

 Dan saya menjawab dengan jawaban serupa; “Menulis!”

Continue reading