Ibuku Keren

Ibuku ahli telepati. Tanpa kumenceritakan gundahku pun ia mampu menebak dan memahamiku.

Ibuku penuh karomah. Tanpa perlu kubercelemongan kata pun ia sanggup mengademkan hatiku, hanya dengan kuletakkan kepalaku di pangkuannya.

Ibuku adalah tabib. Setiap sakitku langsung minggat tiap kali usapannya menyapu dahiku.

Ibuku aneh. Ia tak pernah meminta kemegahanku, namun ia senantiasa merampas seluruh keresahanku.

Ibuku pahlawan super. Dengan jurus cantiknya ia berangus kejahatan dalam diriku dan membangun kebaikan di dalamnya.

Ibuku pendaurulang ulung. Ia kemasi sampah-sampah dari akalku, lalu mengolahnya menjadi harapan yang ditanamnya kembali di kalbuku.

Ibuku pelukis. Ia piawai melukiskan keindahan surgawi dalam setiap jengkal dan detak-detikku.

Ibuku setia. Ketika tubuhnya telah diurai oleh mikroorganisme tanah pun sentuhannya masih ada, hidup, diam, dan menenangkanku di dalam diri.

Ibuku Keren. (1949-2011)

*Ibu, apa kabarmu hari ini…?

Salam cinta dari anakmu yang diaduk rindu… 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s