Tentang yang Dihapus oleh “Sejarah Modern”

RAJA MESIR keturunan Arab Saudi, Hud Syarif Abdullah, menikahi Rara Santang alias Ratu Sarifah Muda’im dari kerajaan Pajajaran, Tanah Sunda. Sudah sejak dulu kala Mesir membina hubungan mesra dengan Nusantara.

Kisah pernikahan bermula ketika Rara Santang dan kakaknya, Kian Santang, menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Di sana mereka bertemu dengan Raja Hud yang baru saja ditinggal wafat istrinya. Begitu melihat Rara Santang, Raja Hud langsung terkesima. Sebab, wajah Rara Santang sangat mirip dengan almarhumah istrinya. Tanpa pikir panjang, Raja Hud meminang Rara Santang.

Namun, Rara Santang tidak menerima begitu saja pinangan tersebut. Ia mau dinikahi asalkan Raja Hud sanggup memberikannya seorang putra yang saleh dan namanya mashyur hingga penjuru dunia. Menanggapi syarat itu, Raja Hud langsung berdoa di Ka’bah memohon petunjuk. Setelah berdoa, dengan mengucap bismillah, ia menyanggupi syarat Rara Santang. Menikahlah mereka.

Rara Santang ialah putri Prabu Siliwangi dari Tanah Pajajaran. Dari pernikahan itu lahirlah seorang putra yang bakal memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Nusantara, khususnya Tanah Jawa. Anak lelaki itu diberi nama Raden Jati Purba. Kebanyakan kita mengenalnya sebagai: Sunan Gunung Jati yang bergelar Insan Kamil Kalifatulrasulullah.

Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati

Ada hubungan kekerabatan antara Mesir dengan Indonesia jika ditarik dari garis darah tersebut. Maka dari itu tak heran jika Mesir menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Jika ditarik lebih mundur, Raja Hud termasuk dalam garis darah keturunan Rasulullah. Berikut urutannya (tanda “-” menerangkan putra dari): Hud Abdullah – Syarif Abdullah – Syekh Djafar Shadiq – Atinun Arabi – Zaenal Abidin – Imam Hasan – Ali Fatimah – Muhammad Saw.

Pada kelanjutannya, dinasti Raja Hud-Rara Santang membentuk rantai keturunan sebagai berikut (tanda “-” menerangkan kelanjutan keturunan/putra): Sunan Gunung Jati – Raden Kadimah – Raden Trisna – Raden Jayamenggala – Raden Kertamenggala – Raden Suramenggala – Raden Sampitullah Jayabaya – Raden Wijaya (bukan pendiri Majapahit, Raden Wijaya yang lain dan namanya memang sama) – Raden Ardawijaya (yang kemudian kita kenal sebagai Paku Buwana IX) – seorang anak yang seharusnya menyandang gelar Paku Buwana X, yang sayangnya dihapus oleh sejarah kita.

Anak itu sengaja “dihapus” dari silsilah resmi keturunan sebab menurut ramalan pujangga Ranggawarsita anak itulah yang akan mengawali proyek kemerdekaan dan kemakmuran Nusantara—yang telah bermetamorfosa menjadi Indonesia. Anak itu diselamatkan, kemudian diangkat oleh sepasang suami-isteri Jawa-Bali yang berdomisili di Blitar, Jawa Timur. Pasangan itu memiliki seorang anak kandung perempuan bernama Sukarmini—yang nantinya menikah dengan seseorang bernama Wardaya. Setelah diangkat anak oleh pasangan tersebut, “putra mahkota yang dihapus” itu diberi nama nyaris sama dengan kakak angkatnya, namun dalam versi lelaki.

Putra Mahkota yang pada akhirnya bisa dikatakan sebagai keturunan langsung Rasulullah Saw itu adalah…………….. (silaken tebak). Dan, memang, ramalan sang pujangga Ranggawarsita terbukti. Anak itulah yang memimpin kita melepaskan diri dari belenggu kolonialisme Barat, dan selalu berkobar semangan anti-Barat-nya.

Mungkin yang membaca paparan ini akan mencap tulisan di atas ngawur. Mungkin dianggap igauan. Sebab, memang, tidak pernah sejarah resmi yang diajarkan institusi pendidikan formal mengajarkan kisah ini. Sejarah sekolah, yang diyakini sebagai “sebenar-benar sejarah”, sehingga kebanyakan orang sekolahan menolak kisah lain di luar cerita yang linear dan membosankan tersebut.

Jika berpikiran seperti itu, mungkin kita lupa, kenapa trah Paku Buwana hanya berhenti sampai urutan IX? Kenapa ketika keadaan darurat dulu Bung Karno memilih Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia, yang jika dilihat dari sudut pandang strategi pertahanan militer sama sekali tidak menguntungkan? Buktinya, Belanda mudah saja merebutnya melalui Agresi Militer II atau Operasi Gagak, 19 Desember 1948. Atau, tidak ingatkah kita bahwa seluruh manuskrip sejarah asli Nusantara, seperti Serat Centini dan sejenisnya, yang jumlahnya sangat berjibun dan memungkinkan untuk menjembatani kita dengan kebesaran Nusantara di masa lalu, yang memungkinkan kita untuk mengenali diri kita sendiri, dipendam Belanda di ruang bawah tanah perpustakaan nasional mereka dengan pengamanan super-ekstra-ketat-sekali? Kenapa disembunyikan dari kita? Pernahkah kita bertanya-tanya soal itu?

Melompat ke negeri saudara kita, Mesir. Barat mengacaubalaukan negeri yang pernah dikuasai para Firaun itu dan mendiskreditkan Mursi dengan isu anti-demokrasi dan diktator. Lalu mereka mengobok-obok kedaulatan negara itu hingga menimbulkan korban jiwa. Tahukah kita, apa yang sebenarnya terjadi di Mesir sana? Benarkah yang terjadi sebenarnya “hanya” urusan penegakan demokrasi? Benarkah sesama muslim saling serang untuk membela demokrasi Barat? Keliru!

Jawabannya: niat Barat yang paling mendasar adalah ingin memusnahkan bukti yang bisa mensahihkan cerita di atas. Mereka ingin mengadu orang-orang muslim dengan sesamanya.

Raja Hud sangat menghargai sejarah. Ia tak ingin memutus mata rantai peradaban manusia dengan kisah-kisah palsu bikinan Barat yang hanya memiliki satu tujuan: menipu manusia semuka bumi atas nama demokrasi, ketika tujuan utama mereka sebenarnya adalah eksploitasi dan memisahkan manusia dari Rabb-nya.

Dokumentasi manuskrip sejarah tentang kisah tersebut masih tersimpan rapi. Barat mencari bukti itu, tapi belum ketemu hingga kini. Maka Mesir terus diobok-obok. Lantas, ke manakah bukti itu kini?

Dokumen dari Mesir itu sempat dibawa sebentar ke Tanah Air untuk dipelajari sedikit orang di sini. Dan, inilah kebaikan Mesir, mereka juga telah menerjemahkan manuskrip itu dalam bahasa Indonesia. Setelah itu, entahlah ke mana lagi dokumen tersebut dievakuasi.

Silsilah Wali Sanga dan keturunan juga asalnya.
Silsilah Wali Sanga dan keturunan juga asalnya.

Tidak sadarkah kita, bahwa Indonesia ini dikepung oleh pangkalan militer Amerika dan Inggris? Jika memang kita adalah negara kecil, lemah, dan terbelakang, seperti yang diajarkan sejarah dunia modern kini, kenapa kita harus dikepung dengan persenjataan yang sangat-sangat modern, canggih, dan berdaya hancur luar biasa itu?

Pangkalan Militer Laut Amerika dan Inggris di sekeliling Indonesia.
Pangkalan Militer Laut Amerika dan Inggris di sekeliling Indonesia.(pediakita.com)

Jawabannya adalah: karena kita memang bukan bangsa kerdil! Kita adalah bangsa yang besar! Sangat besar, sehingga Barat harus takut pada kita! Hanya saja, pendidikan Barat yang “harus” kita terima selama ini telah membangun persepsi tentang Indonesia adalah negara tertinggal, lemah, kampungan, pada kebanyakan kita!

Sebab itulah pangkalan militer mereka ada di sekeliling kita. Soekarno pernah memperingatkan kita tentang ini: “Di barat kita dikepung, di timur kita dikepung, di utara kita dikepung, di selatan kita dikepung!” dalam pidato peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun 1963. Soekarno tahu apa yang terjadi di sekeliling kita. Karena ia adalah…… Karena ia banyak tahu, maka ia disingkirkan melalui Gestapu dan Supersemar palsu.

Barat boleh berusaha menghancurkannya agar seluruh umat manusia selalu kerdil sehingga mudah dikuasai. Tapi, alhamdulillah, Allah Maha Besar. Dia masih melindungi manuskrip tersebut. Dan jika ingat pada janji Allah, bahwa kebenaran pasti akan terbuka, maka itulah yang akan terjadi. Hanya soal waktu.

Allahu’alam bissawab.

Advertisements

4 thoughts on “Tentang yang Dihapus oleh “Sejarah Modern”

  1. ………. = Bapak Besar Kita SOEKARNO.
    Klo silsilah ni memang sngat jarang orang yg tau, mungkin bisa d hitung orang yg tau. Memang benar adanya silsilah ni, sbelum sy baca posting ni 4 thn yg lalu sy udah tau hal ini. Tpi memang hal ini smentara tdk untuk umum & mshi d rhsiakn cma tuk klangan tertentu sj.
    Yg pasti memang tinggal nunggu waktu KEBENARAN akan d ungkap….
    & Indonesia hrus tau…
    Slam smangat perjuangan..!!
    Mnuju Indonesia Raya sbg mercusuar Dunia…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s