Kami Masih Percaya Bahwa Kebesaran Bangsa Indonesia Bukan Kabar Burung

DANA REVOLUSI atau dana umat. Membicarakan tema ini selalu terasa seksi, setidaknya menurut kami; orang-orang muda yang percaya bahwa kebesaran Bangsa Indonesia bukanlah mitos.

Istilah dana tersebut ngetren, lalu menjadi kontroversi sejak dilontarkan oleh tokoh terbesar di Tanah Air; Sukarno atau Bung Karno, berpuluh tahun lalu. Bung Karno menyatakan kita punya aset kekayaan yang akan merevolusi fundamen bangsa ini, khususnya di bidang ekonomi. Namun, seiring alunan waktu, istilah tersebut berkembang menjadi debat kusir. Pasalnya, jumlahnya sangat besar, namun bentuk fisiknya tak pernah diketahui khalayak luas. (Soal ini, saya pernah singgung di posting saya sebelumnya: Bangsakoe Adalah Bangsa Jang Besar)

Bung Besar (rodazaman.info)

Banyak yang mengaitkannya dengan hal-hal berbau magis atau klenik. Bahkan, banyak penipuan yang melibatkan orang-orang tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan “misi penyelamatan harta karun Bung Karno”, di mana jumlah korbannya berderet panjang (seperti yang sempat saya singgung di posting ‘Dagelan Pengemban Amanah’). Lama-lama terbangun pesimistis dalam benak khalayak yang menganggap kabar itu hanyalah ‘hoax’.

Tapi, di sisi lain, muncul pertanyaan; apakah tokoh sebesar Bung Karno asal ngomong tanpa mikir, sehingga beliau menyebarluaskan kebohongan pada rakyat Indonesia yang sangat dia cintai dan dia perjuangkan? Berangkat dari pertanyaan inilah, berbagai upaya pun mulai dilakukan untuk membuktikan kebenaran aset yang dimaksud.

Hingga akhirnya, ditemukanlah sebuah bukti; surat wasiat yang dipercaya sebagai tulisan Bung Karno yang berisi tentang ‘harta amanat’ milik Bangsa Indonesia, yang ditandatangani langsung oleh Bung Besar, lengkap dengan petunjuk cara untuk ‘memulangkannya’ kembali ke Tanah Air. Harta itu ada di luar negeri –tepatnya di Bank Swiss– setidaknya menurut surat wasiat tersebut. Beberapa ahli sejarah mengamini bahwa surat tersebut asli. Beberapa prasasti sejarah kemerdekaan Indonesia juga membuktikan keberadaannya, salah satunya Prasasti Linggarjati.

Bisa saja membuktikan keberadaannya, namun untuk memulangkannya kembali ke Tanah Air, sepertinya nyaris mustahil. Sebab, harta itu sangat menentukan kehidupan ekonomi dunia, di mana Amerika Serikat pun sangat tergantung padanya. Harta ini melibatkan sejarah yang panjang, sejak zaman raja-raja Nusantara lama, kolonialisme Eropa di Tanah Air, masa perjuangan kemerdekaan, hingga masa depan Indonesia nanti.

Yang paling penting adalah meluruskan persepsi publik, bahwa harta tersebut bukanlah milik Sukarno pribadi, tapi milik bangsa ini, milik Nusantara, miliki kita semua, warisan dari nenek moyang kita yang agung, yang diamanatkan pada Bung Karno, untuk pembangunan Indonesia Raya di masa yang akan datang. Untuk itulah saya rasa perlu menyusun sebuah buku, untuk membuka mata khalayak bahwa kita benar-benar bangsa yang besar, seperti kata Bung Karno. Namun, saat ini kita sedang dikerdilkan oleh dunia yang was-was jika kita benar-benar menjadi besar.

Sejarah kita adalah sejarah yang megah, yang bisa menjadi motivasi untuk kita untuk membangun masa depan sebuah bangsa yang gagah. Karena itulah. Bung Karno selalu mengingatkan;

Jas Merah: jangan sekali-sekali melupakan sejarah!

Namun, untuk meneliti dan menelusuri sejarah secara epistemologis, lalu menyajikannya membentuk fakta historis yang utuh –apalagi yang dampaknya bakal mengubah cara pikir dan pandang secara fundamental, mendadak, dan mengejutkan– bukan perkara mudah. Sekarang kami sedang berusaha untuk menelitinya, menggabungkan beberapa kepingan puzzle sejarah autentik yang berhasil kami kumpulkan satu per satu, lalu memverifikasinya. Banyak orang berpikir kami sinting, kami tak peduli. Kami masih yakin fakta tentang itu benar-benar ada, dan bisa dianyam menjadi utuh sebagai bahan pembelajaran untuk kita semua, anak-anak bangsa Indonesia.

Kami sangat memerlukan dukungan dari semua anak-anak bangsa yang masih percaya bahwa kita benar-benar bangsa yang besar, dalam bentuk apapun. Sokongan informasi sejarah tambahan yang bisa dipertanggung jawabkan akurasinya sangat kami butuhkan –lebih bagus lagi dilengkapi bukti dokumentatif/fisik yang bisa diverifikasi, untuk melengkapi bukti yang telah kami kumpulkan. Dialektika materialis historis sesat yang selama ini kita pahami, harus dilawan dengan dialektika serupa. Sekali lagi, membumikan ‘mitos’ selalu memerlukan perasan keringat.

Kami masih percaya bahwa kebesaran bangsa ini bukanlah hoax. Bagi yang sinis, biar waktu yang membuktikan, siapa sebenarnya yang sinting.

Salam.

Salinan Soerat Wasiat Soekarno. (repro/dok pribadi)

Salinan Soerat Wasiat Soekarno. (repro/dok pribadi)

Advertisements

6 thoughts on “Kami Masih Percaya Bahwa Kebesaran Bangsa Indonesia Bukan Kabar Burung

  1. Pada tahun 2014 akan menjadi tahun yang sangat mengejutkan bangsa Indonesia. Seorang pemuda bernama Tuntas Subagyo Akan dicalonkan sebagai Presiden Indonesia ke 7 oleh para tokoh masyarakat dan para tokoh agama pada pemilunya 2014 ini. Pasalnya pada pada awal tahun 2014, pemuda ini dijemput oleh seorang tokoh bangsa di sebuah Rumah sederhana di daerah pondok Pinang Jakarta Selatan. Pemuda itu diajak bertemu dengan tokoh tokoh lainnya di hotel mahakam Jakarta Selatan. Sebagian dari tokoh masyarakat menyebutnya sebagai satrio piningit, sebagian tokoh agama menyebutnya pemuda bani Tamim. Tuntas Subagyo, asal Solo Jawa Tengah, kelahiran tahun 1977 ini tidak menyangka dia begitu dihormati saat itu, walah sebagian masih belum percaya. Pertemuan berikut2nyadi tempat yang berbeda, sekitar Jalan Kyai Maja pemuda itu dipertemukan oleh gubernur bank of Swiss. Setelah dilakukan pengecekan sidik jari, retina mata, dan juga tanda tangan, semua terkejut, karena semuanya sama dengan pemilik 25 rekening obligasi di bank of Swiss. Tuntas Subagyo juga tidak mempercayainya saat itu karena pembuatan rekening tsb dibuat tahun 1937 oleh Pak Sukarno dan 11 orang sahabatnya. Agar lebih pasti gubernur bank of Swiss tersebut menanyakan password dari rekening tsb. Hasilnya sekali lagi cocok dan benar semua. Bahkan gubernur bank of Swiss menjulukinya time traveler. Padahal Tuntas Subagyo saat itu tidak tau, tidak mencari, tidak meminta, tidak mempelajari, dan tidak berambisi untuk itu semua. Lalu semua tokoh menyarankan agar Tuntas Subagyo mencalonkan diri sebagai presiden dengan dukungan mereka. Tapi pemuda ini menolaknya. Setelah dijelaskan oleh para tokoh saat itu bahwa keselamatanya sangat terancam, karena Dana tersebut dipakai oleh 26 Negara besar termasuk salah satu nya America dan Israel. Dan jika pemuda ini sudah tidak ada maka Dana ini dianggap menguap. Negara Negara tsb menjuluki pemuda ini dengan M-1, 101, king of king, man from east, atau king of Solomon. Sebab Hal tersebut akhirnya Tuntas Subagyo mau dicalonkan menjadi presiden Indonesia ke 7. Pemuda ini Akan muncul ke media setelah tanggal 9 April 2014. Jika pemuda ini akan keluar ke media maka, pertandanya akan ada sebuah konfrensi perss dari Istana di pagi hari, dan pada sore harinya akan ada konfrensi perss oleh para tokoh masyarakat dan agama, juga konfirmasi oleh gubernur bank of Swiss, IMF, IPO, dan wold bank. Selanjutnya Akan ada deklarasi, saat itu muncul seorang pemuda membawa Panji Panji hitam dari Timur. Nanti pemuda tersebut siap untuk melakukan kontrak politik dengan rayat, untuk menjalankan seluruh amanah yang diberikan kepadanya. Salah satunya adalah melunasi hutang hutang bangsa Indonesia dengan hartanya pribadi, dan juga membeli seluruh asset bangsa yang sudah tergadaikan ke bangsa asing dan mengembalikannya lagi kepada Negara ini. Kalau ini semua terjadi maka perhityngan ahli ekonomi tsb benar, setiap kepala keluarga akan mendapatkan gaji setiap bulanya oleh Negara, seperti Brunei. Dan kalau berita ini benar adanya maka, saya sebagai penulis memohon do’a kepada seluruh masyarakat agar Indonesia segera menjadi mercusuar dunia, siapa pun yang Akan memimpin nanti. Amin. Semua yang benar berasal dari Allah dan semua yang salah pasti dari saya sebagai manusia biasa. Hanya Allah yang tau.

    Terimakasih
    # surya_nuswantara

    • JIKA ANDA SEMUA INGIN TAHU. SESUNGGUHNYA BENCANA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA, KARENA PENGHUNI NEGERI INI KUFUR AKAN NIKMAT (Pengingkaran Nikmat ALLAH) dan berbuat Dholim

      Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.

      Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda yang artinya:
      “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

      ALLAH S.W.T berfirman :

      يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ
      (QS. ar-Rahman : ayat 41)

      “Orang-orang yang berdosa dikenali dari tanda-tanda mereka. Kemudian, dipeganglah ubun-ubun dan kaki mereka”.(QS. ar-Rahman : ayat 41)

      ALLAH S.W.T berfirman :

      وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

      Wa-in min qaryatin ilaa nahnu muhlikuuhaa qabla yaumil qiyaamati au mu’adz-dzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzalika fiil kitaabi masthuuran

      “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Al Isrâ, 17: 58 )

      ALLAH S.W.T berfirman :

      “Karena itu mereka ditimpa gempa, lalu mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka,” (QS. Al-A’raf [7]: 78).

      ALLAH S.W.T berfirman :

      وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
      (QS. asy-Syura 42: 30).

      “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syura 42: 30).

      ALLAH S.W.T berfirman :

      وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
      (QS. asy-Syura 42: 40).

      “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya, Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. asy-Syura 42: 40).

      ALLAH S.W.T berfirman :

      إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

      (QS. asy-Syura 42: 42).

      “Sesungguhnya dosa itu, (dibebankan) atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia, dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih”. (QS. asy-Syura 42: 42).

      ALLAH S.W.T berfirman :

      وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِن قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
      (QS. Yunus: 61)

      “Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Yunus: 61)

      ALLAH S.W.T berfirman :

      وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

      “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim 14 : 34)

      ALLAH S.W.T berfirman :

      فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
      (QS. ar-Rahman : ayat 42)

      “Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”. (QS. ar-Rahman : ayat 42)

      Hikmah dari kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan yang terjadi di alam semesta ini seperti banjir, gempa bumi dan angin topan bukan semata-mata karena azab Ilahi, melainkan memiliki pengaruh yang banyak. Diantaranya, mengingatkan akan berbagai nikmat Ilahi, menyadarkan manusia dari kelalaian, memicu tersalurkannya potensi-potensi dan berseminya bakat, keberlanjutan kehidupan di muka bumi, dan juga sebagai peringatan bagi para tiran, orang-orang yang melampaui batas dan sebagainya.

      Hal ini semua dapat dijadikan sebagai hikmah terjadinya bencana-bencana alam. Di samping itu, tidak ada kontradiksi sama sekali antara terjadinya sebuah fenomena natural yang memiliki sebab-sebab material dan pada saat yang sama merupakan azab Ilahi, karena azab Ilahi juga turun kepada manusia dan alam semesta berdasarkan pada sunnah Ilahi dan sistem sebab-akibat.

      Dengan kata lain, setiap fenomena yang terjadi di alam semesta ini berdasarkan iradah dan kehendak Ilahi. Dan Allah Swt juga menyampaikan kehendak-Nya berdasarkan pada hukum sebab-akibat. Dan sebab-sebab material merupakan salah satu kehendak Ilahi dan berada di bawah sekumpulan masyiyyat Tuhan.

      Bagi orang-orang yang mengingkari Al-Khaliq yang telah memberikan nikmat kepada umat manusia dan telah memberikan rezeki kepada mereka, orang tersebut dinamakan ingkar terhadap nikmat Allah. Dan bagi orang yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah, berarti ia telah berbuat maksiat karena mengingkari nikmat-Nya

      ALLAH S.W.T berfirman :

      وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
      (QS. Ibrahim [14]: 7)

      “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.
      (QS. Ibrahim [14]: 7)

      ALLAH S.W.T berfirman :

      وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
      (QS. An-Nahl : 16 : 112)

      “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segala tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepadanya mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang telah mereka perbuat.” (QS. An-Nahl : 16 : 112)

      Ternyata sangat banyak yang tidak mensyukuri nikmat Allah, dan mereka ingkar terhadap-Nya serta sombong tidak mau tunduk pada perintah-perintah Allah. Akhirnya malapetaka menimpa mereka, suatu bencana terjadi dengan pecahnya bendungan yang mereka andalkan. Air bah yang keluar dari bendungan melanda negeri mereka dan menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Satu negeri yang dulunya subur makmur loh jinawi, mendapat santunan pakaian bekas dan sampai kini menjadi negara pengimport beras (Persis Gembel ya, …… coba bayangkan, seandainya tak ada satupun negara yang mau mengekspor pakaian dan beras nya ke Indonesia yang menjadi negara pengimpor pakaian dan beras dari luar negeri apa jadinya negeri ini, persis gembel kan!!! Kasihan. Mungkin nama Negara Ini namanya bukan lagi Negara Indonesia, tetapi Negara GEMBEL, yaitu suatu negara yang mengharap di beri jatah beras dan di beri jatah pakaian import an luar negeri, kasihan ya, Tragis bangetkan!!!!, jika nama negara Kita menjadi negara GEMBEL, karena tidak lagi bernama Negara Indonesia)

      Allah berfirman :

      “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kamami menciptakanya.Sesungguhnya Allah mengetahuinya apa saja yang ada dilangit dan dibumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh).Sesungguhya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”(Q.S.al-Hajj:70)

      Apa yang terjadi diseluruh alam dijadikan oleh Allah dengan iradah dan masyiah-Nya yang berporos pada rahmat dan hikmah-Nya. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang DIA kehendaki, dan semua takdir telah ditulis didalam Lauh Mahfuzh.tidak ada seorang pun yang terlewatkan.

      Apa yang telah terjadi dan akan terjadi sampai hari kiamat. Dan saat kejadianya,semuanya persis seperti apa yang tertulis disana. Tidak sesuatu pun yang bergeser.Ini adalah bukti kesempurnaan ilmu,kuasa dan hikmah Allah.

      Di antara kemurahan Allah terhadap manusia adalah Dia tidak saja memberikan sifat yang bersih yang dapat membimbing dan memberi petunjuk kepada mereka ke arah kebaikan, tetapi juga dari waktu ke waktu Dia mengutus seorang rasul kepada umat manusia dengan membawa kitab dari Allah, dan menyuruh mereka beribadah hanya kepada Allah saja, menyampaikan kabar gembira, dan memberikan peringatan agar menjadi bukti bagi manusia.

      Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِي رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ.

      “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah. Karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati hingga sempurna rizkinya. Meskipun (rizki itu) bergerak lamban. Maka, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram”.

      Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan penjelasan tentang rizki ini dengan perumpamaan yang sangat mudah dipahami, dan setiap orang hendaknya dapat mengambil pelajaran darinya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      لَوْ أَ.نَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ؛ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

      “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberi kalian rizki sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung, yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang”.

      ‘Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya ….” (Asy Syuuraa: 13)

      Wasalam

      (http://kedaiislambrahmakumbara.blogspot.com/2014/05/sesungguhnya-sayalah-tokoh-brama_7.html)

      .

  2. JIKA ANDA SEMUA INGIN TAHU. SESUNGGUHNYA BENCANA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA, KARENA PENGHUNI NEGERI INI KUFUR AKAN NIKMAT (Pengingkaran Nikmat ALLAH) dan berbuat Dholim

    Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.

    Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda yang artinya:
    “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

    ALLAH S.W.T berfirman :

    يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ
    (QS. ar-Rahman : ayat 41)

    “Orang-orang yang berdosa dikenali dari tanda-tanda mereka. Kemudian, dipeganglah ubun-ubun dan kaki mereka”.(QS. ar-Rahman : ayat 41)

    ALLAH S.W.T berfirman :

    وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

    Wa-in min qaryatin ilaa nahnu muhlikuuhaa qabla yaumil qiyaamati au mu’adz-dzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzalika fiil kitaabi masthuuran

    “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Al Isrâ, 17: 58 )

    ALLAH S.W.T berfirman :

    “Karena itu mereka ditimpa gempa, lalu mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka,” (QS. Al-A’raf [7]: 78).

    ALLAH S.W.T berfirman :

    وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
    (QS. asy-Syura 42: 30).

    “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syura 42: 30).

    ALLAH S.W.T berfirman :

    وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
    (QS. asy-Syura 42: 40).

    “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya, Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. asy-Syura 42: 40).

    ALLAH S.W.T berfirman :

    إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    (QS. asy-Syura 42: 42).

    “Sesungguhnya dosa itu, (dibebankan) atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia, dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih”. (QS. asy-Syura 42: 42).

    ALLAH S.W.T berfirman :

    وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِن قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
    (QS. Yunus: 61)

    “Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Yunus: 61)

    ALLAH S.W.T berfirman :

    وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

    “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim 14 : 34)

    ALLAH S.W.T berfirman :

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
    (QS. ar-Rahman : ayat 42)

    “Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”. (QS. ar-Rahman : ayat 42)

    Hikmah dari kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan yang terjadi di alam semesta ini seperti banjir, gempa bumi dan angin topan bukan semata-mata karena azab Ilahi, melainkan memiliki pengaruh yang banyak. Diantaranya, mengingatkan akan berbagai nikmat Ilahi, menyadarkan manusia dari kelalaian, memicu tersalurkannya potensi-potensi dan berseminya bakat, keberlanjutan kehidupan di muka bumi, dan juga sebagai peringatan bagi para tiran, orang-orang yang melampaui batas dan sebagainya.

    Hal ini semua dapat dijadikan sebagai hikmah terjadinya bencana-bencana alam. Di samping itu, tidak ada kontradiksi sama sekali antara terjadinya sebuah fenomena natural yang memiliki sebab-sebab material dan pada saat yang sama merupakan azab Ilahi, karena azab Ilahi juga turun kepada manusia dan alam semesta berdasarkan pada sunnah Ilahi dan sistem sebab-akibat.

    Dengan kata lain, setiap fenomena yang terjadi di alam semesta ini berdasarkan iradah dan kehendak Ilahi. Dan Allah Swt juga menyampaikan kehendak-Nya berdasarkan pada hukum sebab-akibat. Dan sebab-sebab material merupakan salah satu kehendak Ilahi dan berada di bawah sekumpulan masyiyyat Tuhan.

    Bagi orang-orang yang mengingkari Al-Khaliq yang telah memberikan nikmat kepada umat manusia dan telah memberikan rezeki kepada mereka, orang tersebut dinamakan ingkar terhadap nikmat Allah. Dan bagi orang yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah, berarti ia telah berbuat maksiat karena mengingkari nikmat-Nya

    ALLAH S.W.T berfirman :

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
    (QS. Ibrahim [14]: 7)

    “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.
    (QS. Ibrahim [14]: 7)

    ALLAH S.W.T berfirman :

    وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
    (QS. An-Nahl : 16 : 112)

    “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segala tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepadanya mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang telah mereka perbuat.” (QS. An-Nahl : 16 : 112)

    Ternyata sangat banyak yang tidak mensyukuri nikmat Allah, dan mereka ingkar terhadap-Nya serta sombong tidak mau tunduk pada perintah-perintah Allah. Akhirnya malapetaka menimpa mereka, suatu bencana terjadi dengan pecahnya bendungan yang mereka andalkan. Air bah yang keluar dari bendungan melanda negeri mereka dan menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Satu negeri yang dulunya subur makmur loh jinawi, mendapat santunan pakaian bekas dan sampai kini menjadi negara pengimport beras (Persis Gembel ya, …… coba bayangkan, seandainya tak ada satupun negara yang mau mengekspor pakaian dan beras nya ke Indonesia yang menjadi negara pengimpor pakaian dan beras dari luar negeri apa jadinya negeri ini, persis gembel kan!!! Kasihan. Mungkin nama Negara Ini namanya bukan lagi Negara Indonesia, tetapi Negara GEMBEL, yaitu suatu negara yang mengharap di beri jatah beras dan di beri jatah pakaian import an luar negeri, kasihan ya, Tragis bangetkan!!!!, jika nama negara Kita menjadi negara GEMBEL, karena tidak lagi bernama Negara Indonesia)

    Allah berfirman :

    “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kamami menciptakanya.Sesungguhnya Allah mengetahuinya apa saja yang ada dilangit dan dibumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh).Sesungguhya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”(Q.S.al-Hajj:70)

    Apa yang terjadi diseluruh alam dijadikan oleh Allah dengan iradah dan masyiah-Nya yang berporos pada rahmat dan hikmah-Nya. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang DIA kehendaki, dan semua takdir telah ditulis didalam Lauh Mahfuzh.tidak ada seorang pun yang terlewatkan.

    Apa yang telah terjadi dan akan terjadi sampai hari kiamat. Dan saat kejadianya,semuanya persis seperti apa yang tertulis disana. Tidak sesuatu pun yang bergeser.Ini adalah bukti kesempurnaan ilmu,kuasa dan hikmah Allah.

    Di antara kemurahan Allah terhadap manusia adalah Dia tidak saja memberikan sifat yang bersih yang dapat membimbing dan memberi petunjuk kepada mereka ke arah kebaikan, tetapi juga dari waktu ke waktu Dia mengutus seorang rasul kepada umat manusia dengan membawa kitab dari Allah, dan menyuruh mereka beribadah hanya kepada Allah saja, menyampaikan kabar gembira, dan memberikan peringatan agar menjadi bukti bagi manusia.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِي رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ.

    “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah. Karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati hingga sempurna rizkinya. Meskipun (rizki itu) bergerak lamban. Maka, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram”.

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan penjelasan tentang rizki ini dengan perumpamaan yang sangat mudah dipahami, dan setiap orang hendaknya dapat mengambil pelajaran darinya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لَوْ أَ.نَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ؛ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

    “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberi kalian rizki sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung, yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang”.

    ‘Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya ….” (Asy Syuuraa: 13)

    Wasalam

    (http://kedaiislambrahmakumbara.blogspot.com/2014/05/sesungguhnya-sayalah-tokoh-brama_7.html)

    .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s