Ketika Malam Menanjak

Ketika malam menanjak
Kubah kala gelap malu-malu membentang langit bergemintang di sela sisa-sisa hujan
Dihantar angin menghadirkan sunyi

Ketika aku ingin tahu apa di balikmu
Selalu, selalu ingin tahu!
Aku dipaksa tahu bahwa aku tak pernah tahu

Untuk apa aku mendongak?
Demi apa?!
Buat apa?!

Siapa aku?
Apa yang aku mau?
Apa yang aku mampu?
Apa yang aku tuju?
Huru-hara hura-hura hidup?
Ah! Itu nisbi!
Halusinasi!

Kusesap malam yang mulai menanjak
Kucebur dia
Dia melarutku

Aku…
Aku tak lebih dari debu-debu pemburu nafsu
Aku adalah daging-belulang yang lupa bahwa niscaya zaman akan meniadakanku
Ah, begitu kerdil hati yang mengokang angkuh tanpa henti-henti
Di hadapan Kang Maha Gusti

Aku ingat pada lupa
Ketika malam menanjak

Malam

Advertisements

One thought on “Ketika Malam Menanjak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s