Kala ‘Njendel’ Datang Menggoda

JIKALAU isi kepala tiba-tiba pencilakan1 seperti jelang pagi sekarang ini, siapa yang mau saya salahkan, hayo? Hehehe, ya sudah barang tentu ndas2 saya sendiri yang salah…

Tentu sangat tidak adil jika kita –atau setidaknya saya—harus menyalahkan sesuatu di luar diri kita ketika ada problematika yang sedang rajin merecoki ’daleman’ kita toh? Kemelut internal itu kan hadiah dari ketidakbecusan kita dalam mengelola konflik internal kita sendiri.

Hal di luar diri kita, semisal saran, kritik, atau pendapat orang lain, cuaca, fluktuasi harga, itu kan hanya stimulus. Soal respons, kita sendiri yang memutuskan, bukan? Itu otoritas penuh masing-masing pribadi, toh? Jadi, resah dan tidak resah, itu kita sendiri yang memutuskan toh? Toh

Kipas angin saya yang lumayan setil3 geleng-geleng sambil melulu mengeluarkan suara nnngggggggg itu, ya lumayanlah, jadi semacam nyanyian monoton yang mengiringi ke-tidakbisatidur-an saya, bersama gelap dan sumuk yang sedang mengayuh menuju pagi dengan malasnya. Irama yang ngece, mengejek. Hehehe

Dan…

Layar komputer lipat ini lo, eh, kok ya terus-terusan mancing saya, seperti minta dicumbui. Seperti seorang istri baru dari sebuah pernikahan yang baru dilangsungkan, yang sangat seksi dan wangi. Tapi, ketika benar-benar saya jamah, ealah, dia kok ya jual mahal. Si kompat, komputer lipat ini, tak mau memberi saya inspirasi se-icrit pun.

Mata ini sebenarnya sudah sangat sepet4, setelah melahap beberapa buku yang awalnya saya duga bisa menghantarkan saya menuju gerbang alam mimpi. Tapi, lha kok buku-buku itu malah terus dan terus merangsang ide-ide saya yang, cilakanya, tak kunjung tahu caranya mencapai orgasme ini.

Dan, lebih cilaka lagi, saat ini, saat ngetik tulisan yang tidak jelas orientasi dan visinya ini, yang Anda baca ini, saya seolah-olah kebingungan mencari jalan. Ini seolah-olah lho ya

Tiba-tiba saja saya mengetik ini. Ya mengetik, hanya mengetik, asal ngetik, sekadar mengeluarkan residu ide-ide yang sempat tertumpah, dan berusaha memancing percikan ide yang masih kerasan njendel5 dalam kepala saya –yang beberapa hari sepertinya alergi beristirahat ini. Walhasil, inilah saya, begadang tanpa orientasi.

Demi apa? Demikianlah… 🙂

nDepok, 16 Juni 2013

03:07 AM

 

1 Tidak bisa diam

2 Kepala

3 Keren

4 Terasa pedas, berasa ingin tidur

5 Menggumpal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s