Boyongan, Boyongan…

Kaum Marjinal Boyongan

Kangmas-Diadjeng

”Dik, dik… Sini, Dik…”

“Ada apa to, Mas?”

”Kita perlu buat pengumuman pada sidang pembaca sekalian, kalau kita sekarang boyongan…”

Oalah, Mas, Mas… Lha wong boyongan ke sebelah saja, lho, pake woro-woro segala to… Kayak sampean itu dapat grin kat saja, terus pindah ke Kanada gitu…”

Lha, rak mesti protese dulu to… Gini lho… Kita pasang pengumuman pada sidang pembaca yang barangkali namu di rumah kontrakan kita… Kan ndak enak, mereka jauh-jauh namu, tapi ternyata rumah kita ini suwung, ndak ada penghuninya…”

Ya wes, ya wes. Tapi sampean juga harus menjelaskan, kalau kita ini tetep pindah di rumah kontrakan. Bukan beli rumah. Wong kita ndak mampu. Ndak punya duit. Penghasilan kita saja ndak jelas gini. Sampean baru saja seminggu kerja di Haji Makbendul juga langsung dikat gitu.”

”Jelaskan pada pembaca, Mas, bedanya rumah baru kita ini sama…

View original post 431 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s