Cerita Pendek tentang Dayat yang Selalu Resah Menyambut Pagi

MATA Dayat yang sekonyong terbuka memandang lekat-lekat langit-langit kamar dengan otak menggeliat-geliat. Mimpi yang dia rasa baru saja mampir seperhelaan napas telah terburu-buru minggat. “Bangsat!” Dayat mengumpat dengan khidmad.

Kembali dia rasakan suasana salah di dini hari yang sedang berdenyut-denyut menggapai terang itu. Pikirannya mengamuk, melengkapi imajinasinya yang terbatuk-batuk dalam kecamuk. Dia angkat kepalanya dengan paksa dari bantal yang sebenarnya masih ingin bersenyawa dengan mimpi-mimpinya tentang Martinah.

Kenapa harus?! Kenapa selalu terjadi?! Sial, padahal jelas-jelas Martinah mau menerima lamaranku!” Rutukan Dayat membuat gelap yang hampir ganti shift itu kian lezat. Serapah memenuhi kamarnya bagai sampah yang meruah ketika mimpi indahnya tentang Martinah harus berakhir dengan gundah setelah dipancung oleh kebiasaannya yang ‘wah’.

Dia tatap kasurnya dengan nanar.

Dayat melakukannya lagi. Dan itu kian memupus harapannya pada si aduhai Martinah, yang menerima lamarannya dalam mimpi, namun menolak cintanya di alam nyata. Di usia 32 tahun itu, Martinah adalah perempuan ke-15 yang menolaknya.

Mimpi tentang Martinah, seperti mimpi tentang 14 perempuan lainnya, ambyar sebab mata Dayat harus mendadak melek lantaran sekonyong-konyong ada kehangatan yang tak lazim di kasurnya.

Kebiasaannya tiap menyambut pagi lah yang jadi portal penghambat lakon asmara Dayat. Jadi bahan paling sedap untuk para peramu gosip. Hobi tiap dinihari itu diracik selezat mungkin dengan teknik gunjing tingkat tinggi para ahli ghibah, lalu menyebar lesat dari mulut ke mulut, dan disuguhkan pada perempuan-perempuan yang ditaksirnya.

Perempuan-perempuan muda yang mengenal Dayat sebagai pialang muda, lajang, berduit, berdasi, bergengsi, dan ber-Mercy biasanya selalu langsung jatuh hati. Wajar. Tapi, mereka langsung balik kanan bubar jalan terbirit-birit ketika mengenal lebih dekat Dayat sebagai eksekutif muda yang………….

……masih suka ngompol……

Note: Ini cerita nggak penting dan nggak mutu dari seorang korban insomnia mendadak. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s