Takluk

SEPERANGKAT kartu remi itu adalah simbol peperangan dan upaya penaklukan; filosofi yang diadaptasi dalam pertarungan di atas meja judi.

Satu pemain menaklukkan tiga pemain lain. Untuk membuat rupiah demi rupiah berpindah tangan dengan cara yang dikutuk agama itu.

Permainan yang membuat Mat Kasim kecanduan.

Empat lambang dalam kartu itu adalah simbol dari empat kekuatan besar yang pernah tercatat dalam sejarah umat manusia. Sekop, keriting, hati, dan wajik adalah sederet pasukan yang selalu siap menaklukkan satu sama lain.

Sekop adalah simbol Raja Daud atau David;

Keriting untuk Iskandar Agung alias Alexander the Great;

Hati sebagai penanda Raja Prancis Charlemagne;

Dan wajik untuk Julius Caesar

Daud adalah nabi sekaligus raja Bani Israil. Sejak masih muda dia telah menyertai tentara Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestin yang dipimpin Jalut atau Goliath. Sejarah mencatat, Daud lah yang berhasil membunuh Jalut, di mana keperkasaannya itu akhirnya menyematkan pujian untuknya sebagai pahlawan perang.

Setelah Raja Thalut meninggal, Daud menggantikan posisinya sebagai raja.

Allah mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya. Kepada Daud diturunkan kitab Zabur. Daud memiliki sejumlah mukjizat; kecerdasan akal, mengerti bahasa burung, dan melembutkan besi hanya dengan menggunakan tangan kosong.

Daud juga memiliki suara yang paling merdu dari semua suara umat manusia, sama seperti Yusuf yang diberikan wajah paling tampan.

Daud yang mengawali pembangunan Bait Suci atau Baitul Muqaddis, di mana kemudian proyek itu diselesaikan oleh anaknya, Sulaiman. Di masa kini, proyek itu menjadi tempat Masjid Al-Aqsa. Daud meninggal dalam usia 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis.

Iskandar Agung adalah seorang penakluk asal Makedonia. Dia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer paling jenius sepanjang masa. Dia menjadi inspirasi penakluk-penakluk tangguh lainnya, seperti Hannibal, Pompey, dan Caesar dari Romawi, juga Napoleon. Dalam masa pemerintahannya yang singkat, Iskandar Agung menjadikan Makedonia sebagai salah satu kekaisaran terbesar di dunia.

Karel Agung, atau Charlemagne, adalah raja kaum Frank sepanjang 768-814 Masehi, juga penguasa kaum Lombard dari 774 sampai 814. Dia dinobatkan sebagai Imperator Augustus di Roma, pada hari Natal tahun 800 oleh Paus Leo III. Karena seremoni itulah dia dianggap sebagai pendiri Kekaisaran Romawi Suci, dengan gelar Karel I.

Melalui penaklukan dan pertahanan, ia mengukuhkan dan mengembangkan kekuasaannya hingga meliputi sebagian besar Eropa Barat. Karel sering dianggap sebagai bapak pendiri Perancis dan Jerman. Kadang ada yang menyebutnya sebagai pendiri Eropa. Ia adalah kaisar pertama di Barat sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Gaius Julius Caesar adalah seorang pemimpin militer dan politikus Romawi. Berbekal kekuasaannya atas Gallia Comata, dia memperluas dunia Romawi hingga Oceanus Atlanticus. Dia juga melancarkan serangan Romawi pertama ke Britania, dan memperkenalkan pengaruh Romawi terhadap Galia, atau sekarang Prancis. Pencapaian yang akibat langsungnya masih terlihat hingga kini.

Julius Caesar bertarung dan memenangkan sebuah perang saudara, di mana momen itu menobatkannya sebagai penguasa terhebat dunia Romawi. Dia memulai reformasi besar-besaran terhadap masyarakat dan pemerintah Romawi. Dia menjadi diktator seumur hidup, dan memusatkan pemerintahan yang makin melemah dalam republik tersebut.

Caesar meninggal pada 15 Maret 44 sebelum masehi akibat ditusuk hingga mati oleh orang yang paling dipercayai, Marcus Junius Brutus, yang dibantu beberapa senator. Pembunuhan yang terjadi pada hari Idi Maret tersebut jadi pemicu perang saudara kedua, yang menjadi akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi di bawah kekuasaan cucu lelaki sekaligus putra angkatnya, Kaisar Augustus.

Kampanye militer Julius Caesar diketahui secara mendetail melalui tulisannya sendiri; Kumpulan Komentar (Commentarii), dan banyak dari kisah hidupnya yang direkam sejarawan seperti Gaius Suetonius Tranquillus, Mestrius Plutarch, dan Lucius Cassius Dio.

Betapa megah semangat kepahlawanan dan penaklukan yang dibawa oleh simbol-simbol dalam kartu remi.

Terlepas dari bentuknya yang hanya lembaran-lembaran kertas tipis, filosofi kartu itu sangat dahsyat. Melambangkan para penguasa dan penguasaan besar di Bumi. Upaya penaklukan yang dijalankan menggunakan strategi yang teliti dan cerdas.

Filosofi yang terbawa dalam permainan kartu. Satu pemain berupaya menaklukkan pemain lain dengan strategi masing-masing. Selain menggantungkan pada keberuntungan, tentu saja.

Kolaborasi kecerdasan dan keberuntungan sebagai bonus dari hasil kecerdasan, lebih tepatnya.

Sayang, Mat Kasim tak memiliki kecerdasan. Dia hanya punya ambisi untuk menaklukkan. Orientasinya pun berbeda: mendapat duit berlipat. Tapi wajar. Setiap manusia memilik naluri untuk menaklukkan dan menguasai objek di luar dirinya. Dengan orientasi yang beragam, tentu saja.

Ambisi tanpa perhitungan, atau maju perang tanpa strategi kendati pun dalam pertempuran yang paling kecilhasilnya adalah menjadi bulan-bulanan kubu lawan. Kurang jelinya Mat Kasim membaca peluang, lemahnya kemampuan matematikanya, dan ambisinya untuk selalu mengumpulkan empat kartu As menjadi susunan pararel dengan nilai tertinggi (di mana satu kartu bernilai 15, sementara raja, ratu, dan pangeran hanya dihargai 10 dan deretan angka dari 2 sampai 10 hanya bernilai 5), malah menjadi bumerang baginya sendiri.

Dia selalu gagal menyusun As pararel. Tiga kartu As tanpa susunan seri yang mendahuluinya membuat minusnya semakin membengkak. Ujung-ujungnya, duit hasil genjotan becaknya seharian harus rela dia bagikan pada rekan-rekannya.

Hanya tersisa sedikit untuk membeli cukrik. Media pelampiasan frustasi akibat kekalahan bertubi-tubi itu. Dan pulang ke rumah hanya membawa mabuk dan kemarahan untuk Yoen, dan duit receh kembalian dari penjual cukrik. Bahkan tanggungan kasbon pada pemenang judi yang searena dengannya kian menumpuk

Rutinitas yang berlangsung terus menerus hingga masanya habis.

***

“AH, banyak omong kamu! Tak pernah ada buktinya! Dua ratus ribu harus kau bayar malam ini!”

“Tenang, sabar, Cak. Kalau aku menang, pasti aku bayar.” Kasim yang biasanya meneriaki Yoen –anak satu-satunya, yang langsung ditinggal mati ibunya waktu baru lahir, yang dibesarkannya dengan umpatan tiapkali Subuh menjelang– harus menerima teriakan tepat di mukanya. Teriakan Kadir yang punya banyak piutang padanya.

Dua ratus ribu. Angka yang cukup besar untuk orang-orang dari kelas mereka. Dan untuk membayarnya, Kasim tak pernah bisa memberikan garansi; kalau menang judi. Sedangkan kemenangan sepertinya sudah menalaknya sejak lama.

Aku sudah sabar menunggu tiga bulan! Kau bayar sekarang, atau Kadir mengacungkan celurit yang sengaja dia bawa untuk memaksa Mat Kasim menyelesaikan tanggungannya.

“Aku tak punya duit.” Mat Kasim mencoba memunculkan ekspresi paling memelas yang dia bisa.

Karena kurang terlatih untuk mengekspresikan emosi itu, Mat Kasim gagal menampakkannya.

Jelas itu bukan suguhan yang tepat untuk Kadir yang telah tercengkeram pengaruh alkohol.

Dan

Cras! Cras! Cras!

Tiga sabetan celurit mendarat di leher, dada, dan perut kirinya.

Mat Kasim tersungkur. Mandi darah. Tepat di samping becaknya.

Sementara Kadir pergi begitu saja, masih menggenggam celurit berlumuran darah Mat Kasim.

Mat Kasim takluk. Seperti yang sering dialaminya di depan meja remi.

Tapi untuk takluk kali ini, dia tak bisa melampiaskannya dengan cukrik atau dampratan pada Yoen.

Dinihari itu Yoen yang mulai masuk usia remaja bisa menikmati tidur pulas setelah sekian lama. Subuh itu dia tak dikagetkan dobrakan pintu maupun dampratan dari bapaknya.

***

JUDUL berita utama koran kuning terbitan Surabaya keesokan harinya; Tukang Becak Tewas Dibantai.

Gambar Mat Kasim yang belepotan darah menjadi pemandangan mencolok di halaman muka koran itu sebagai foto utama. Pengecer dan agen koran senyam-senyum; hari itu dagangan mereka laris manis.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s