Romantis Itu ….

Bukan sekadar bunga atau puisi.


ROMANTIS itu ketika Khadijah menyediakan pahanya untuk sandaran kepala Muhammad SAW, ketika Sang Nabi ketakutan setelah perjumpaannya dengan Jibril, dan mengelus-elus rambut pemimpin umat Islam itu hingga tertidur pulas di pangkuannya.

Romantis itu ketika Hittler mencuri waktu untuk melukis sketsa wajah Eva Braun dengan sempurna demi kerinduannya di antara gemuruh pertempuran Perang Dunia Kedua.

Romantis itu ketika Inggit Ganarsih puasa dengan tujuan agar perutnya mengecil, supaya bisa menyelipkan buku di balik stagennya untuk bacaan Bung Karno di dalam penjara.

Romantis itu ketika Rahwana menganugerahkan Taman Asoka yang bagai swargaloka itu pada Shinta dengan sepenuh hati, menjaga, menghormati, dan tak menyentuh Shinta, kendati ungkapan cintanya selalu mendapatkan penolakan.

Romantis itu ketika Ainun Habibie memandangi suaminya yang makan dengan lahap dan tergesa-gesa hingga butir-butir nasi bercelemong di bibirnya, dan berkata; “He is my lovely little boy”.

Romantis itu ketika seorang panglima terhebat milik Sparta bernama Achilles malah kebat-kebit mencari Briseis di antara amuk pertempuran dalam Kerajaan Troya, ketika seharusnya dia memimpin pasukan penyerbu.

Romantis itu ketika Bu Tien datang telat, lalu memberi hormat sambil senyam-senyum dan teriak; “Siap! Salah!” ke Pak Harto yang disiplin waktu itu, ketika suaminya mulai cemberut.

Romantis itu ketika Cicero langsung bergegas berjalan kaki sejauh lima kilometer dari gedung senat Romawi ke rumahnya begitu dia memenangkan pemilihan Senator Utama, sementara ratusan pendukung menguntitnya, lalu masuk rumah, merangkul pinggang Terentia, dibawa ke hadapan semua pendukungnya yang berkumpul di depan rumahnya, dan membuka pidato kemenangannya dengan; “Tanpa istriku aku bukanlah apa-apa!”

Romantis itu ketika sutradara almarhum Sjumandjaja membuka jasnya, dan menghamparkannya di jalanan becek agar kaki Farida tak basah.

Romantis itu ketika arogansimu runtuh dan mendadak sisi bocahmu menghambur tak terkendali ketika kamu mendapati senyum segar dan cantik dari perempuanmu.

Romantis itu ketika kamu jatuh cinta pada pasanganmu bukan karena kamu tahu kelebihannya, namun kamu mencintainya karena tahu banyak sekali kekurangannya.

Romantis itu ketika kamu menikmati hal-hal yang menurut nalarmu memalukan, dengan riang gembira. Cinta itu tak ternalarkan.

Berterima kasihlah pada Sang Maha Cinta ketika kamu mengalaminya. 

image

Advertisements

4 thoughts on “Romantis Itu ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s