Menjemput Perempuan Megah

TERHITUNG sejak menyusup Lembah Syawal, Kabupaten Ciamis, awal pekan ini, saya benar-benar tidak mengikuti kabar di luaran. Apitan jajaran bukit di sekitar saya melindungi saya dari serbuan informasi sampah seputar politik. Sinyal seluler yang malu-malu semakin melapisi saya dengan pelindung ekstra yang memutus “silaturahim” saya dengan dinamika dunia modern. Dan saya diselamatkan di sini.

Ada ketenangan luar biasa. Hal yang selama ini saya cari saya dapatkan betul di sini. Satu-satunya hubungan dengan dunia luar yang saya usahakan betul di sini adalah cara untuk berkomunikasi dengan perempuan saya yang cantik juga pintar. Dan komunikasi kami melengkapi indahnya ketenangan lembah ini.

Segala keajegan pada akhirnya selalu mendatangkan jenuh. Apalagi ajeg itu dalam kesendirian. Termasuk ketenangan di Lembah Syawal ini. Tiga hari saya rasa cukup, lalu saya akan kembali sejenak ke tengah keramaian. Saya memerlukan bising agar saya tak sampai merasakan bosan dengan ketenangan. Seperti kita memerlukan pahit jika tak ingin kehilangan nikmatnya manis. Manis yang terlalu sering akan bermuara pada hambar. Karena itulah kita perlu antonimnya, agar tetap punya hak untuk mengecap manis.

Yap, saya akan kembali mencicipi kebisingan Jakarta –setelah tiga tahun meninggalkannya– untuk melanjutkan cita-cita pada banyak karya yang sempat terpenggal. Sebenarnya saya sempat takut untuk kembali ke megapolitan itu. Kendati sebenarnya saya hakul yakin bisa melakukan revans dengan keangkuhannya yang pernah membuat saya takluk. Saya yakin bisa meraih kemenangan saya yang tertunda.

Memang sempat ada sebersit ragu dalam diri saya sendiri ketika mengingat saya akan sendiri dalam tanding ulang itu.

Tapi kekhawatiran itu mendadak musnah dengan sendirinya ketika Tuhan membimbing saya dalam sebuah pertemuan dengan perempuan istimewa. Dia cantik. Dia pintar. Dan dia, sejauh ini, tahu cara untuk menghargai cita-cita saya yang “nyentrik”. Dan karena itu dia istimewa di mata saya. Saya jadi yakin bahwa saya tidak sendiri. Ada perempuan itu di samping saya, yang membuat saya semakin yakin dengan kemenangan. Di dalam cerita sukses seorang pria ada perempuan megah di sampingnya. Samping, bukan belakang. Karena perempuan megah itu punya peran sebagai partner diskusi aktif, bukan pengikut pasif.

Sejauh ini perempuan itu berhasil membuktikan kemegahannya. Dan itu membuat saya semakin yakin bahwa mengkonversi mimpi saya menjadi nyata bukanlah hal sulit. Sebab, ada perempuan itu di samping saya. Ketika saya sedang merasa menjadi Cicero yang cerdas, dia adalah Terentia. Saat saya mendadak jadi Hitler, dia adalah Eva Braun. Dan kala saya sedang merasa perkasa seperti Achilles, dialah Breises. Bersamanya saya menjadi lengkap. Dan langkah saya menuju revans kian mantap.

Malam-malam saya di lembah Syawal selalu membisikkan agar saya segera menjemputnya. Agar saya lekas menjadi lengkap. Agar suatu saat bisa kembali mencumbui ketenangan Syawal dalam kedamaian yang lengkap. Karena saya pulang bersama perempuan megah dalam pelukan saya. Perempuan yang menemani pertempuran saya di tengah bising padang Kuru Jakarta, seperti Srikandi yang ikut membidikkan busur bersama Arjuna. Dan saya pun akan bersamanya di setiap pertempurannya.

Perlu mengalami sedikit pahit agar mimpi kami yang selaras tak berujung sakit. Dia akan menghadirkan manis di tengah pahit jibaku pertempuran kami dalam membangun mimpi kami yang seirama.

Saya yakin kami akan menang. Saya bisa menangkap tanda-tanda tentang itu dari isyarat semesta di dalam ketenangan lembah Syawal ini. Saya yakin langgam genit serangga malam di rerimbunan hutan atas bukit itu menyampaikan kabar gembira dari semesta; bahwa saya dan perempuan penyuka panorama senja itu akan pulang bersama senyum manis, setelah pertarungan panjang membangun mimpi yang kami lakoni bersama. Menikmati bersama setiap pagiku dan senjanya.

Dia adalah alasan saya untuk membunuh takut saya. Bismillah, mantap saya melangkah; untuk menjemput dia, juga menjemput mimpi kami yang serasi.

image

Advertisements

2 thoughts on “Menjemput Perempuan Megah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s