Dia Membuatku Salah Tingkah

“Tatapanmu cantik, Briseis!”

Briseis

KURENDAM telapak tangan kotorku dalam baskom berisi air. Debu-debu Troya lengketnya minta ampun. Mungkin karena air laut menambah kelekatannya.

Kupusatkan pandangku ke air berkecipak di dalam baskom itu. Riak-riak kecilnya seperti membentuk nada.

Nada?

Ah, pasti itu bercanda. Hanya perasaanku saja, mungkin. Kecipak, kecipuk tidak pantas disebut nada. Dia tak beraturan!

Mungkin aku sedang riang. Aku tahu, dia sedang menatapku. Tatapan untuk bagian samping tubuh kekarku yang telanjang itu berhasil membuat bulu kudukku tegak, seperti pasukanku yang menerima komando.

Lekat sekali pandangnya itu. Selekat debu-debu Troya yang sedang kuhela dari ruas-ruas jariku. Lengket. Dan mencengkeram.

Lekat pandang yang tak berani kutatap. Aku takut kalah. Aku tak pernah kalah.

Kucoba sekelebatan meliriknya. Sekelebat saja, agar pandang kami tak saling bertatap. Aku khawatir dia menerkamku.

Benar! Dia masih menatapku! Dalam sekilas lihatku, ada tatapan yang bingung. Entah dia sedang membenciku, entah terpesona, entahlah. Yang pasti dia masih menatapku. Dan aku tak berani membalas.

Lekas-lekas kubuang pandangku ke dinding tendaku. Lalu kuarahkan kembali pada telepak tanganku di dalam air baskom.

Yah, lumayanlah, telapak tanganku sudah bersih. Butuh kesabaran untuk mengusir debu-debu yang menempel.

Sepertinya Kuil Poseidon, tempat kupungut perempuan itu, tak pernah dibersihkan. Ke mana pengurusnya? Tempat ibadah kok kotor sekali.

Eh, eh, lantas kenapa aku terlalu sibuk memikirkan kuil? Ah, ini pasti caraku yang kesasar, untuk mengalihkan salah tingkahku karena tatapannya itu. Dan dia masih menatapku.

Dalam tendaku. Hanya ada aku dan dia. Berdua saja.

Seharusnya aku tak boleh takut pada tawanan! Aku adalah panglima perang terhebat di Sparta! Ayahku Pheleus si penakluk! Ibuku Thetis sang Dewi Laut! Aku tak mempan senjata!

Eh, kecuali tumitku ding. Ibuku lupa mencelupkan bagian ini ke dalam sungai Styx.

Tapi, hampir secara keseluruhan aku kuat. Aku kokoh! Aku adalah pemimpin armada perang paling tangguh. Argamemon tak akan berani menyerbu Troya ini tanpa subsidi dari pasukanku!

Ya, itulah aku!

Sedangkan betina itu? Dia hanya tawanan yang tak sengaja kudapat ketika dia sedang minta perlindungan Poseidon di kuilnya yang kotor itu! Dan terbukti, bukan, Poseidon tak bisa menolongnya! Dewa pun takluk padaku!

Tapi….
Sial, keperkasaanku seakan jadi hampa, runtuh oleh tatapannya. Siapa perempuan itu? Namanya aku juga tak tahu. Tapi dia, kurasa, punya “sesuatu”. Apa itu? Kok aku jadi galau?

Kucoba sekelebat lagi meliriknya. Kali ini makna tatapannya semakin aneh! Dia mengajakku mendekat!

Tapi kok aku jadi takut?

Dia perempuan. Dan perempuan tak pernah jadi masalahku! Aku tampan. Aku kekar. Aku punya pasukan! Banyak perempuan Athena yang telah aku tiduri. Setelah tidur, urusan selesai! Apa dia juga ingin kutiduri! Karena melihat tampan dan kekarku?

Kalau memang itu yang dia ingin, kenapa kali ini aku tak berani meladeninya? Kenapa kau ini, hei Achilles?!

Angin pantai tiba-tiba menyeruak, membuat pintu kain tenda itu tersibak. Selarik tiupannya menyapa tengkukku yang tiba-tiba merinding.

Sekilas kulihat di luar.Pasukanku mulai tenang, mungkin capek dan lelah setelah puas merayakan kemenangan dalam serbuan pertama, siang tadi. Agresi kecil yang kami menangkan telak.

Kami menang?

Sepertinya tidak juga. Setidaknya menurutku. Serbuan itu memberiku tawanan ini. Perempuan yang menghunus tatapannya untuk mengalahkanku. Sepertinya aku kalah deh…

Di luar terang mulai meredup. Tirai senja turun dalam alunannya yang genit. Menyergap alam, membawa damai. Di horizon matahari seperti merah tersipu melihatku terpaku di dalam tenda.

Sebentar lagi malam. Sore akan segera menyelusup di balik gelap tirainya.

Transformasi waktu membuat resahku kian berderap.

Aku makin terseret dalam satu-satunya hal yang membuatku bergidik di tengah deru pertempuran Troya; tatap perempuan itu.

mythindex.com

Advertisements

3 thoughts on “Dia Membuatku Salah Tingkah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s