Kacang Ajaib Hanya untuk Jack

Dongeng mendatangkan senang karena keajaiban datang kontinyu di dalamnya.

stephanieklein.com

JACK, anak muda itu, hidup dengan ibunya yang melarat di sebuah desa. Yang mereka punyai hanya rumah di daerah terpencil, sedikit tanah, dan seekor sapi kurus.

Suatu ketika ibu Jack ingin banting setir mengembangkan usahanya. Dia berniat menjual sapinya, dan ditukar bibit gandum yang akan dia tanam di tanah samping rumahnya. Jack disuruh untuk menjual sapi itu.

Di tengah jalan, Jack bertemu seorang kakek. Tiba-tiba si kakek membuka transaksi; “Hai, Jack, maukah kau tukar sapimu itu dengan bibit kacangku?”

Mendapat penawaran yang tak seimbang, refleks Jack menolak. Tapi, sang kakek memberikan penawaran yang, menurut Jack, tidak dapat ditolak; “Ini bukan kacang sembarangan. Ini kacang ajaib yang kalau kamu tanam pucuknya bisa tumbuh sampai ke langit.”

Jack terkesima. Dia menerima tawaran itu dan pulang sambil membawa riang, membayangkan keajaiban yang akan dia dapat dari kacang ajaib itu.

Sampai rumah, ibunya pening geleng-geleng kepala. “Jack, Jack. Apa yang ada dalam kepala kamu? Masa sapi kamu tukar kacang????”

“Tapi Bu, ini kacang ajaib yang bisa tumbuh sampai ke langit….” Jack meyakinkan ibunya. Tapi, tetap saja si ibu –yang digambarkan lebih realistis— tak percaya. Dia rampas kacang itu, dengan murka, dan dilemparkannya ke halaman rumah.

Jack pun tidur dengan kecewa. Apa yang dilakukan ibunya malam itu sempat membuatnya sadar, bahwa keajaiban itu tak pernah ada.

***

TAPI ketika bangun tidur, dia kaget bukan kepalang. Pendapatnya semalam tentang ketiadaan keajaiban itu buru-buru direvisi. Ternyata, hanya dalam semalam, bibit kacang yang dibuang di halaman itu tumbuh menjadi pohon kacang yang teramat tinggi, dan pucuknya benar-benar menembus langit!

Jack jadi penasaran, apa sebenarnya di balik langit. Langsung dia memanjat pohon. Banyak tenaga yang harus dia keluarkan saking tingginya harapan untuk bisa menguak rahasia langit.

Ketika sampai, dia melihat ada rumah yang sangat besar di situ.

Jack kelaparan. Sebab, selama memanjat sampai langit, dia harus mengeluarkan banyak tenaga. Dia coba masuk ke rumah itu, dan melihat seorang perempuan yang juga besar. Untungnya wanita raksasa itu baik dan memberi makan Jack.

Ketika Jack sedang menikmati makanannya, tiba-tiba ada suara berdentum mendekat. Si wanita besar panik dan meminta Jack sembunyi. Rupanya yang datang suami si raksasa wanita yang sangat doyan daging orang. Dia datang untuk makan siang, sembari membawa emas dalam jumlah yang sangat banyak.

Jack disembunyikan di dalam tungku. Dari persembunyiannya itu, Jack bisa melihat emas yang sangat banyak. Sebagai manusia, dia tergoda. Keserakahannya tiba-tiba menyeruak.

Ketika si raksasa tertidur, dia mengendap-endap, mengambil semua emas itu dan dibawa pulang turun ke bumi.

***

“LIHAT Bu, bibit kacang kemarin benar-benar ajaib. Bisa tumbuh sampai ke langit. Dengan memanjat pohon itu aku sampai ke sana. Dari langit aku bisa membawa banyak emas. Kita tidak akan miskin lagi Bu…” Jack berseru senang di hadapan si ibu yang terheran-heran.

Jack pun menghambur-hamburkan hasil curian itu. Tapi, namanya harta, yang cuma dihambur-hamburkan tanpa ada usaha menambahnya lagi, lama-lama habis juga. Jack, yang sudah kadung merasakan nikmatnya mengumpulkan harta dengan cara gampang, ketagihan.

Dia naik lagi ke langit. Modusnya sama, pura-pura minta makan pada raksasa wanita. Ketika raksasa pria datang, dia sembunyi sambil mengintai apa yang dibawa si raksasa itu.

Dalam kunjungan Jack yang kedua, si raksasa membawa ayam yang bisa bertelur emas. Dengan modus serupa pencurian pertama, dia bawa turun ayam ajaib itu ke bumi.

Di rumahnya, Jack paksa ayam itu terus-terusan bertelur. Akhirnya ayam itu mati, saking lelahnya karena harus terus-terusan bertelur tapi jarang diberi makan. Jack memang mau enaknya saja.

Pada kunjungan ketiga, Jack melihat harpa ajaib yang bisa memainkan dirinya sendiri tanpa harus ada yang memetik. Jack ingin memilikinya. Begitu si raksasa tertidur, setelah mendengar lantunan melodi harpa ajaib itu, Jack langsung menyambar harpa itu hendak dibawa pulang.

Tapi namanya juga harpa ajaib, bukan benda biasa, begitu ada yang menyambarnya dia langsung berteriak, “Tuan, aku dicuri!”

Mendengar teriakan itu, si raksasa bangun. Akhirnya dia jadi paham, kenapa setiap bangun tidur selalu ada barangnya yang hilang. Meledaklah kemarahannya. Dia ambil gada dan dia kejar Jack, yang sedang berupaya sampai kembali ke rumahnya.

Ketika Jack sampai dulu di bumi, dia langsung ambil kapak dan ditebangnya pohon kacang ajaib itu. Krak! Pohon patah dan, bum! raksasa yang berusaha mengejarnya terempas ke Bumi dan mati.

Jack selamat, tapi sejak saat itu tak ada lagi jalan ke langit yang bisa memberinya kebahagiaan cuma-cuma.

Dongeng tentang kenikmatan hidup berakhir? Belum. Di tengah usaha Jack untuk mulai hidup realistis, dengan bekerja keras, setelah tumbangnya pohon kacang, masih saja ada keajaiban yang bisa membawanya menuju senang.

Suatu hari, ketika dia tengah beristirahat di tengah aktivitas meladangnya (ceritanya, ibu Jack bisa membeli bibit gandum dan menanamnya di lahan bekas tempat kacang ajaib tumbuh. Jack lah yang mengerjakan ladang itu), sambil bernyanyi diiringi melodi harpa ajaib, lewatlah putri raja yang cantik jelita.

Sang puteri yang mendengar alunan harpa langsung kepincut oleh suara Jack. Singkat cerita, dari harpa itu tumbuhlah cinta antara Jack dan si puteri. Jack pun hidup bahagia selamanya sebagai raja, kedudukan yang dia dapat dari warisan mertuanya.

***

MENURUT cerita, langit memang indah karena ada surga bertengger di sana. Banyak kebahagiaan yang bisa digamit dari sana.

Ah, andai saja di dunia nyata ini keajaiban juga terus datang pada kita. Andai kita bisa mendapatkan keindahan langit dengan mudah, seperti di Jack.

Tapi, yah, kita memang harus adil pada dongeng. Dia hidup di teritorial yang berbeda dengan dimensi realitas. Kita tak bisa memaksa dongeng jadi kenyataan. Menyitir kata James Hertzfield, vokalis Metalicca, kenyataan itu; “Sad but true! That’s real life.”

Pohon kacang itu tak akan pernah tumbuh ketika kita bangun besok pagi.. (*)

geniussquared.com
Advertisements

2 thoughts on “Kacang Ajaib Hanya untuk Jack

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s