Nge-Twit dari Liang Lahat

Teknologi makin gila. Targetnya bukan lagi manusia-manusia hidup. Orang mati pun dibidik.

rodolfogrimaldi.com

SEBUAH  agen iklan Lean Mean Fighting Machine, yang berbasis di London, Inggris, berencana meluncurkan aplikasi yang bisa update posting di jejaring sosial Twitter, kendati si pemilik akun sudah mati. Bukan berarti akun tersebut diwariskan ke orang lain yang masih hidup, lalu menjalankannya. Tapi, si orang mati tetap bisa update status langsung, tanpa perwakilan.

Aplikasi yang bisa disebut “meluruhkan batas antara hidup dan mati” itu bernama LivesOn. Teknologi tersebut memungkinkan orang yang sudah mati, dan dikubur, untuk terus nge-Twit.

Dave Bedwood, creative partner agen iklan tersebut, menyadari bahwa aplikasi ini bisa mengundang pro-kontra. Namun, dia punya prinsip sendiri tentang “hak” manusia. Katanya, orang yang susah hidup, sakit parah, koma, atau sudah tiada, masih punya hak untuk tetap eksis di Twitter.

“Aplikasi ini akan membuat penggunanya tetap bisa nge-tweet walau jantungnya berhenti berdetak,” ujarnya. Aplikasi ini akan digratiskan, dan ini bisa dilihat di http://www.Liveson.org, atau di akun Twitter mereka, @_liveson

Aplikasi ini bekerja dengan mempelajari kebiasaan user saat masih hidup. Teknologi tersebut menganalisis beberapa hal mendasar yang berhubungan dengan karakter khas penggunanya, seperti apa yang disuka, seleranya dan sintaks, serta link yang biasa di-posting pengguna selama masih hidup. LivesOn menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk menganalisis perilaku online pengguna dan gaya penulisan mereka.

Dengan cara ini, LivesOn akan menjelajahi Internet untuk mem-posting jenis link yang biasa di-twit, meniru cara si pengguna berkomunikasi, dan nge-twit sesuai kebiasaan mereka semasa hidup. Semua itu akan didokumentasikan dengan cermat, dan pada saatnya tiba, atau ketika si pengguna sudah mati, data-data itu akan diaplikasikan atau dijalankan di Twitter, persis seperti apa yang biasa dilakukan sepanjang hidup si user.

Aplikasi untuk “menghidupkan” kembali orang mati ini sebenarnya bukan yang pertama. Jika jadi diluncurkan, maka akan menyusul DeadSocial, aplikasi yang nyaris serupa, yang diluncurkan April lalu. Selain itu ada juga aplikasi If I Die, yang diluncurkan pada Januari 2012. Kedua aplikasi ini menawarkan pada pengguna “kemampuan posting dari kubur”. Pengguna bisa memilih posting di jejaring sosial Facebook, Twitter, dan LinkedIn.

DeadSocial bisa mengirim update status setelah akun pengguna mati atau tak aktif dalam jangka lama. Sedangkan If I Die bisa posting video atau teks ke Facebook, setelah tiga teman mengkonfirmasi kematian mereka.

Sudah ada satu orang hidup yang telah tertarik dan mendaftarkan untuk mendapatkan aplikasi ini. Mia Smith, seorang pengusaha usia 40-an, mengaku ingin meninggalkan ” warisan yang ironis”. “Bagaimana pun, bahwa di dalam kubur yang dingin, itu (eksis di dunia maya) adalah hal yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Bisa jadi, kalau banyak pengguna yang berminat aplikasi ini, nantinya kematian tak akan lagi didefinisikan sebagai tragedi perpisahan. Bisa saja tak ada lagi orang yang akan merasakan “nikmatnya” kangen pada almarhum atau almarhumah.

Pasalnya, hak berkomunikasi dengan dunia, yang sejaiuh ini hanya milik manusia-manusia hidup, nantinya pun bisa dimiliki oleh mereka yang sudah mati. Walhasil, orang-orang tetap bisa “LDR” antar-dimensi.

Filsafat kematian ala Albert Camus, yang menyebut kematian adalah “alienasi fundamental eksistensi manusia,” karena saat itu manusia mengalami transformasi dimensi jiwa, tak akan lagi berlaku. Jiwa tak sepenuhnya pindah dimensi. Sebab, tubuh-tubuh mati itu masih bisa nge-Twit dari liang lahat dan terlibat dalam kehidupan sosial.

Yang agak aneh dibayangkan itu, suatu hari nanti tiba-tiba ada sebuah akun yang nge-Twit; “Payah tuh, malaikat. Pertanyaannya susah banget. Ancur gue, dihajar abis!”

theinspirationroom.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s