KuilMu-Kuilku

Manunggaling kawulo-Gusti


Aku melihat-MU ketika mataku terbuka.

Aku merasakan-MU ketika terpejam.

Aku mendengar-MU di tiap sela pergantian detak dan detik.

Aku selalu KAU sentuh.

Aku selalu KAU elus.

KAU selamatkan aku dari ketersesatan dalam keramaian.

KAU bawa aku pulang ke dalam kuil hatiku, tempat di mana KAU tinggal.

KAU gerakkan aku.

KAU hela aku.

Ketika aku pulang, KAU sambut aku dengan ketentraman pelukan-MU.

Lalu KAU mahfumkan aku bahwa KAU adalah aku dan aku adalah KAU.

KAU bisikkan aku:

“AKU adalah urat nadimu.
AKU yang menguasai semuanya.
AKU pemilik kesunyian.
AKU adalah tujuanmu.
AKU lah yang tinggal di kuil hatimu.
Tampilan-KU sejatinya ada di manapun sejauh matamu memandang ciptaan-KU.
Lalu apa yang kau ragukan lagi, itu semua AKU yang menciptakan dengan kuasa-KU (Qiyamuhu binafsihi).
Yang AKU minta kau harus tahu dan mengerti DZAT, SIFAT, dan AF’AL-KU.
Carilah, kalau sudah kau dapatkan AKU akan menemuimu.”

Terima kasih untuk bisikan-MU, duh MAHA SIP, MAHA TOP, MAHA KEREN, MAHA KECUALI..

Aku datang dan KAU menyambutku dengan riang.

Terima kasìh untuk perjumpaan ini.

Di dalam kuilku.
Di dalam kuil-MU.

Barokallah manunggaling kawula-GUSTI…

Untuk yang menyerah pada qalbu.
Untuk yang damai.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s