Hidup dalam Sekotak Cokelat

“Life like a box of chocolate. You never know what you gonna get”. 


TAK ada yang bisa ditebak dalam hidup ini, mungkin begitulah pesan Mrs Gump, ibu Forrest Gump, ketika menasehati anaknya bagaimana sebenarnya hidup itu.

Hidup penuh misteri dan masa depan itu serba-samar.

Dialog itu memang cuplikan dalam film Forrest Gump, tentang cara seorang ibu menasehati anaknya yang kapasitas otaknya “harap maklum” – yang diperankan apik oleh Tom Hanks, dalam sebuah karya sinema bagus yang dirilis pada Juli 1994. Si ibu coba mencari cara yang paling sederhana untuk menyampaikan maksudnya itu.

Forrest Gump bersetting Amerika. Mrs Gump mencari perumpamaan cokelat karena makanan itu adalah bagian dari gaya hidup Negeri Paman Sam. Nasehatnya itu mengacu pada sekotak cokelat praline (pralin) yang ngetren di Amrik sejak dulu hingga sekarang. Adalah beberapa butir cokelat yang dikemas dalam satu kotak, di mana di dalam tiap butirnya berisi bermacam-macam rasa yang tak pernah diketahui orang sebelum melumerkannya di dalam mulut.

Produsennya mengisi dengan berbagai macam rasa dan menatanya secara acak.

Pralin atau cokelat yang diberi isi itu dibuat memang untuk memberi kejutan kepada orang yang memakannya. Ada pralin berongga berisi beberapa tetes minuman beralkohol, seperti sampanye, whiski, sampai vodka. Ada juga yang isinya cokelat putih, meses, keju, permen, dan macam-macam benda konsumsi lainnya.

Cokelat godiva adalah bahan yang dipilih sang produsen sebagai bahan dasar penganan ini. Cokelat jenis ini hanya dijual di beberapa toko khusus di Eropa dan Amerika, dan tak bisa sembarangan mendapatkannya. Benar-benar cokelat jenis istimewa.

Penjual sengaja memasukkan bermacam-macam rasa dalam setiap kotak, untuk Anda tebak tiap kali Anda memasukkan sepotong cokelat ke mulut.

Yah, begitulah, seperti cokelat pralin, hidup memang penuh tebakan. Teka-teki. Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi besok, tidak akan pernah tahu apa yang terjadi lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau apalah. Yang jelas, kejutan selalu siap menanti kita.

Hidup memang misteri, tak tahu apa yang bakal kita dapatkan nanti. Kita tidak pernah tahu itu. Cokelat apa yang bakal kita dapatkan itu. Unpredictable.

Entah yang berisi alkohol, aroma buah, kue, atau sampanye. Atau bahkan sebuah ruang kosong. Untuk yang kurang beruntung karena sensasi rasa yang didapat bukanlah yang diharapkan, satu-satunya cara adalah berusaha menerimanya dengan riang.

Seperti ketika Forrest Gump yang selalu menerima takdirnya.

Dia memang karakter yang “bodoh”. Tapi dalam hal menerima kenyataan, sepertinya tak ada kecerdasan yang mengalahkannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s