Si Bodoh Menerangi Dunia

Thomas Alva Edison

SUATU hari di tahun 1851, seorang bocah empat tahun yang agak tuli, dengan tampang ketakutan yang pucat, pulang ke rumahnya di Milan, Ohio, Amerika Serikat, membawa secarik kertas dari gurunya. Diserahkannya kertas itu pada sang Ibu. Ibunya membaca pesan tersebut. Kertas itu bertuliskan; “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.”

Sang ibu terhenyak. Dia yakin anaknya tidak seperti itu. ”Anak saya, Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia,” begitulah tekat seorang Ibu bernama Nancy Edison itu.

Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison, yang hingga berabad-abad sejak kejadian memalukan di siang hari itu, kita kenal sebagai salah satu penemu terbesar di dunia. Hanya tiga bulan dia mengenyam pendidikan di sekolah, sebelum akhirnya “diberhentikan” oleh gurunya gara-gara bodoh dan tuli.

Tapi kejelian Nancy dan nalurinya sebagai seorang Ibu melihat potensi luar biasa pada anaknya itu. Dia abaikan “pendapat umum” tentang anaknya. Dengan ketekunan dan kasih sayang seorang Ibu, dia didik sendiri anaknya. Hasilnya? Jadilah Thomas Alva Edison yang kita kenal sampai sekarang.

Ya, Thomas Alva Edison (11 Februari 1847 –18 Oktober 1931) adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Pria berjuluk Penyihir Menlo Park ini merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan, yang “seharusnya” dilakukan oleh orang jenius, bukan orang “bodoh” seperti Tommy.

Masa kecilnya di Milan, Ohio, Amerika Serikat, “dihiasi” nilai buruk di sekolahnya. Oleh karena itu ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajar sendiri di rumah.

Lepas dari sekolah, Edison kecil dapat leluasa membaca buku-buku ilmiah dewasa. Dengan tuntunan sang Ibu –yang sangat yakin anaknya tak sebodoh yang dikatakan orang—intelegensinya mulai berkembang besat. Dia mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri.

Pada Usia 12 tahun ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api. Kemudian ia menjadi operator telegraf. Selanjutnya dia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.

Tahun 1870 ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Uang hasil penemuannya itu cukup untuk mendirikan perusahaan sendiri. Pada tahun 1874 ia pindah ke Menlo Park, New Jersey. Di sana ia membuat sebuah bengkel ilmiah yang besar dan yang pertama di dunia. Setelah itu ia banyak melakukan penemuan-penemuan yang penting. Julukan Penyihir dari Menlo pun mulai disematkan orang padanya.

Pada tahun 1877 ia menemukan Gramofon. Dalam tahun 1879 ia berhasil menemukan lampu listrik, juga menemukan proyektor untuk film-film kecil. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Inilah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

Edison dipandang sebagai pencipta paling produktif pada masanya. Ada 1.093 paten atas namanya. Dia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa penelitian penting yang dilakukannya antara lain;  mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi.

Thomas meninggal pada usianya yang ke-84, pada hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern. Pada tahun 1928 ia menerima penghargaan berupa sebuah medali khusus dari Kongres Amerika Serikat.

Si bodoh dan tuli Tommy pun berhasil menerangi seluruh penjuru dunia.

Thomas Alva Edison Quote:

    • “Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.”

 

  • “Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.”

 

 

  • “Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju.”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s